Malaikat ALLAH adalah Pahlawan Yang Nyata
#Part1
Bismillahirrahmanirrahim
ALLAHumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala Ali Muhammad (3x)
Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗
Alhamdulillah ini adalah kali pertama teteh Nindi menulis sebuah blog. Semoga isi dari blog ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya yah. Aamiin aamiin ALLAHumma aamiin 🙏
Awal mula teteh menulis blog ini murni karena tugas dari pekerjaan teteh sebagai Beauty Advisor Wardah. Akan tetapi, jauh di dalam lubuk hati teteh, teteh menyadari bahwa teteh bukanlah sosok yang romantis, yang bisa setiap waktu mengungkapkan rasa kasih sayang dengan lugas. Qadarullah, ini adalah jalan dari ALLAH Subhanahu WaTa'ala untuk teteh menyampaikan rasa cinta teteh terhadap Malaikat ALLAH.
Mungkin sebagian dari kalian yang membaca tulisan ini sudah menyadari bahwa yang teteh maksud adalah kedua Orang Tua teteh,ya memang benar. Mamah Ecih Sulaesih dan Papah Rudi Yatmoko. Dua Malaikat ALLAH yang begitu teteh cintai melebihi apapun di dunia ini. Karena tiada berkah apa yang kita jalani tanpa ridha dari keduanya.
Maha Suci Engkau Yaa RABB, karena telah menjadikan teteh seorang anak yang lahir di keluarga yang sangat bersahaja. Tak pernah terbayangkan jikalau dulu, teteh anak durhaka bisa menjadi teteh yang sekarang. Betapa sabarnya MalaikatMu membimbing dan melindungi aku Yaa RABB. Lisanku dulu begitu tajam dan sering kali menyakiti hati keduanya, tapi nyatanya kasih sayang mereka tak pernah sedikitpun berkurang bahkan hingga detik ini.
Betapa malunya aku ketika mengingat masa lalu yang begitu kelam. Sungguh hambaMu ini telah sangat berdosa kepada MalaikatMu Yaa RABB. Berkali-kali hambaMu ini memohon ampunan, tapi berkali-kali pula hambaMu ini mengingkarinya. Astaghfirullahaladzim.
Tapi kebaikanMu begitu dahsyat. Tiap kali hambaMu maksiat, tiap kali pula Engkau beri azab. Walaupun pernah sekian lama tersesat, kini In shaa ALLAH hambaMu kembali taat.
Karena satu keinginanku Yaa RABB. Tak lain dan tak bukan adalah membalas kebaikan kedua MalaikatMu dengan membawa mereka menuju SurgaMu. Aamiin aamiin ALLAHumma aamiin.
Tiada hal yang tak mungkin bagiMu Yaa RABB. Maka hambaMu ini akan terus berikhtiar agar segala sesuatunya tercapai.
Pasti setiap orang yang membaca tulisan ini yang mungkin memiliki masa lalu yang sama seperti aku tak pernah menyadari betapa kerasnya perjuangan kedua Orang Tua kalian membesarkan kalian hingga saat ini kalau bukan dari kesaksian dari orang lain. Ya, tulisan ini sesungguhnya adalah untuk aku dan kalian yang mungkin masih belum menyadari betapa berharganya Orang Tua kalian.
Ya, ego terlalu tinggi, rasa benci terlalu menutupi nurani. Hingga kebaikan yang begitu nyata pun tertutup dalam kalut.
Pernahkah kalian berpikir bagaimana bisa kita tumbuh dengan baik tanpa adanya Orang Tua yang memberi kita makan, pakaian, tempat tinggal?
Pernahkah kalian bayangkan apa yang terjadi apabila Orang Tua kalian tidak bertanggung jawab atas kalian dan meninggalkan kalian di dunia ini sendirian?
Pernahkah kalian berpikir mengapa mereka yang menjadi Orang Tua kalian? Mengapa bukan orang lain saja? Yang lebih kaya? Yang lebih tampan? Lebih cantik? Lebih sabar? Lebih.. lebih.. dan lebih..
Pernahkah kalian berkaca pada diri kalian? Akankah ada Orang Tua lain yang mau menerima kalian setulus hati jikalau tau kenyataan bahwa kalian sering membangkang? Sering berbohong? Sering berkata kasar? Bahkan berteriak dan memukul?
Jikalau kalian berpikir sebaliknya, bahwa tidak ada anak lain yang mau menerima Orang Tua kalian setulus hati, jawabannya adalah Ada. Banyak.
Jikalau kalian ingin melihat anak-anak durhaka, maka lihatlah mereka yang mecampakkan orang tua mereka dikala sudah tua renta dan tak berdaya.
Tapi, jikalau kalian ingin melihat anak-anak Sholeh dan Sholehah, maka datanglah ke pengajian dan pemakaman. Tengoklah seberapa banyak anak-anak yang menyesal tidak bisa berbuat baik kepada orang tua mereka semasa hidupnya. Tak terhitung berapa banyak air mata yang berderai dan doa yang dipanjatkan. Hanya untuk kembali bersamanya kelak di Surga.
Teman-teman, sesungguhnya aku pun bukanlah hamba ALLAH yang baik. Tapi aku hanya ingin saling mengingatkan dalam kebaikan.
Jikalau kalian terlalu malu untuk mengungkapkan isi hati kalian, maka tunjukkanlah kasih sayang kalian dengan melindungi mereka dan menjaga kesehatan mereka.
Tahukah kalian hal sederhana yang bisa membantu kalian dalam melindungi Orang Tua kalian di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini?
Salah satunya adalah dengan memberikan Wardah Nature Daily Aloe Hydramild Hand Gel di masa pandemi Covid-19 ini.
Ya, Alhamdulillah aku bersyukur ternyata hikmah dari aku menjadi Beauty Advisor Wardah adalah aku bisa memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan untuk kesehatan.
Pastinya teman-teman sudah paham bahwasanya Orang Tua lebih rentan terhadap serangan virus Covid-19, akibat dari daya tahan tubuh yang lemah dan berbagai komplikasi penyakit yang memang biasanya dialami oleh kebanyakan Orang Tua. Nah, kita sebagai anak juga bisa berbakti kepada Orang Tua dengan memberikan hand gel sebagai pencegah virus Covid-19.
Jika bukan kita sebagai anaknya, siapa lagi yang akan peduli tentang kesehatan Orang Tua kita?
Bukankah dengan begitu kita pun bisa menjadi Malaikat Nyata bagi Mereka?
Tak hentinya aku berusaha untuk saling mengingatkan, bahwasanya..
"Ingatlah tiada doa yang lebih mustajab dibandingkan dengan doa Orang Tua. Tiada ALLAH SWT ridha dengan apa yang kalian kerjakan tanpa adanya ridha Orang Tua. Tiada Malaikat yang paling nyata di dunia ini melainkan kedua Orang Tua kalian."
Sekiranya tulisan teteh cukup sampai disini untuk #part1. In Shaa ALLAH #part2 segera menyusul dengan bonus puisi yah 🤗
JazakALLAH Khairan Katsiran 🙏
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

MasyaAllah teteh 😘😘😘
ReplyDelete